When I Was Your Man (Summary+Part 1)

TITLE : When I Was Your Man
Cast :
-Cho KyuHyun
-Choi EunRa
-Xiao LuHan
Genre : Sad, Romance
Author : Hanna Lee/Hwon Lee
Inspired by : Bruno Mars’s song.

“Aku yang bodoh. Mengharapkanmu untuk bersamaku. Aku yang terlalu naif. Kau terlalu bersinar di mataku. Aku tidak peduli apabila kau mengacuhkanku. Aku tidak peduli bahwa semua ini hanya bahan taruhan. Aku mencintaimu.”-Choi EunRa

“Aku sangat tolol, membuat seorang wanita kuat sepertimu sendirian. Tapi inilah akku, ini kesalahan yang aku buat. Dengan melihatmu bahagia, aku akan tetap bahagia. Walaupun itu menyakitkan untukku.”-Cho KyuHyun

-Story-

Seorang remaja putri mengikat rambutnya sedikit lebih tinggi, ia menyemprotkan parfume Victoria Secret ke tangannya. Yeoja itu berjalan menjuju meja riasnya, ia membuka sebuah laci di mejanya.

Ia memoleskan sedikit BB Cream dan lotion ke wajahnya. Tanpa menggunakan make up lain, ia menyambar tasnya dan berangkat kesekolah.

Cho EunRa, yeoja cantik tetapi pendiam. Hidupnya yang sangat misterius membuat teman temannya tidak tahan bila berada di dekatnya. Dengan kata lain, EunRa tidak mempunyai teman.

EunRa jarang berbicara, mungkin karena terlalu banyak taruhan tentang dirinya. Misalnya saja, ‘Siapa yang dapat membuat EunRa berbicara, dialah yang akan menang taruhan.’ Sangat menggenaskan.

EunRa menjepit poninya yang rata dengan jepitan hitam polos. Wajahnya terlihat pucat pasi. Sangat terlihat bahwa hari ini ia sedang sakit.

-When I Was Your Man-

Cho KyuHyun tertawa keras hingga tubuhnya bergetar. Ia mengeluarkan kunci mobilnya. “Jadi, apa syarat taruhannya?”Tanya KyuHyun, wajahnya terlihat memerah sehabis tertawa.

“Kau harus menjadi pacar Choi EunRa selama 3 hari. Setelah itu kau akan mendapatkan semua mobil ini.”Jawab LeeTeuk. Ia tersenyum kecil.

Cho KyuHyun, seorang namja tampan, famous, kaya, pandai, dipuja banyak wanita, dan mengikuti geng famous sekolah, yang biasa dipanggil ‘Super Junior’.

KyuHyun mengangkat alisnya. ‘Itu tidak mungkin. Melihat kearahnya saja aku tidak pernah. Bagaimana mau menjadi pacarnya?’

“Baiklah. Kapan taruhan ini dimulai? Lagi pula taruhannya hanya mobil. Aku bisa membeli mobil kalian.”Seru KyuHyun. Tatapannya berubah menjadi serius.

“Jangan sombong KyuHyun-ah, belum tentu kau bisa menang. Ini mempertaruhkan harga dirimu bukan? Jadi jangan menganggap enteng taruhan ini.”Tukas DongHae. Ia tersenyum samar, lebih tepatnya tersenyum datar.

“Kau fikir aku takut? Baiklah, permainan ini dimulai dari sekarang.”Ia mengeluarkan smirknya. Lalu ia melempar botol bubble tea yang ia miliki, lalu pergi dari kelas.

-When I Was Your Man-

EunRa meremas rok seragamnya, ia merasakan perutnya yang tidak wajar sejak tadi pagi. Ia merasakan keringatnya yang keluar deras memenuhi wajahnya.

“EunRa, gwenchana?”Tanya guru kimia. Mr Park.

EunRa mendongak untuk menatap gurunya. Ia tersenyum samar sambil menjawab lirih, hampir terdengar seperti gumaman. “Ah, aku baik baik saja. Mr, apa nanti kelas 11 akan pulang lebih larut?”

Mr Park tersenyum kecil. “Ya, kelasmu akan pulang lebih sore. Sekolah ingin mengadakan class meeting dengan anak kelas 12. Jadi, kelas 11 dan kelas 12 akan bertemu jam 3 nanti di Hall sekolah.” Jelas Mr Park.

EunRa mengela nafasnya singkat, terlihat keringat dingin mengalir deras di pelipisnya.
“Baiklah. Sampai nanti mr!”EunRa mengakhiri pembicaraannya.

-EunRa PoV-

Ada apa dengan perutku? Aish. Sial sekali. Ini benar benar merepotkan.

Aku berjalan menuju kelas. Kepalaku terasa memberat seiring aku melangkahkan kaki. Perutku kembali terasa sakit. Aku tertunduk sambil menggengam gagang pintu kelas.

“Gwenchana?”Tiba tiba seorang namja memegang pundakku erat. Namja itu berambut cokelat, sepertinya bukan namja korea. Siapa dia?

-EunRa PoV end-
-Author PoV-

EunRa mendongak, mencoba mengenali wajah namja yang berseru padanya tadi. Tidak. Dia tidak mengenali namja itu.

EunRa tidak menjawab. Ia menatap namja itu dingin lalu berusaha untuk tak mengacuhkanya.

“Sepertinya kau sakit, ayo ke UKS.”Namja itu menggengam tangan EunRa dengan perlahan sambil menariknya untuk berjalan bersama.

Tapi EunRa tak mau. Ia menghempaskan tangannya dan berusaha berdiri tegak. Perutnya benar benar sakit kini.

“Aish, kau ini bagaimana? Jelas jelas perutmu sakit kau ha…”Ucapan namja itu terpotong oleh sebuah seruan lantang.

“XIAO LUHAN!”Seru KyuHyun. Ia menatap namja yang dipanggil Luhan dengan senyum lebar.

EunRa tercengang. Itu, Cho KyuHyun? Namja famous anak kelas 12A? Apa KyuHyun sedang berjalan mendekatinya? Astaga.

EunRa meletakkan buku yang ia bawa tepat di depan wajahnya. Ia memang jarang berbicara, tapi saat ini ia ingin berteriak.

KyuHyun menepuk pundak Luhan. KyuHyun adalah sepupu Luhan. KyuHyun sangat menyayangi Luhan, mereka seperti saudara kandung akrabnya.

“KyuHyun, siapa yeoja ini? Kurasa ia sedang sakit. Tolong bawa yeoja ini ke UKS, aku belum mengenali sekolah ini, jadi aku meminta bantuanmu.”Seru Luhan.

KyuHyun mengangkat alisnya. Ia kemudian memandang yeoja itu. Sepertinya tidak begitu terkenal. Kenapa menutupi wajahnya dengan buku seperti itu/ Konyol.

KyuHyun menarik buku yang menghalangi wajah EunRa. Ia kemudian tersenyum samar.

“Baiklah, Luhan-ah, kau pergilah ke kelas dulu. Nanti aku akan menyusulmu. Arraseo?”jawab KyuHyun. Ia mengandeng EunRa dan menariknya ikut bersamanya.

-When I Was Your Man-

EunRa merebahkan badanya ke kasur di UKS.Ia merasakan perutnya yang kembali melilit saat punggungnya bersentuhan dengan kasur. EunRa mengerang kecil.

“Gwenchana? Apa benar benar sakit?”Tanya KyuHyun seketika, ia menggengam kening EunRa. Panas.

“Aish. Siapa namamu? Aku akan memanggilkan guru. Sepertinya tubuhmu sedang sangat lemah.”Seru KyuHyun. Ia mengerutkan kening. Apa KyuHyun sedang khawatir?

EunRa tidak menjawab. Ia diam sambil menatap ke arah KyuHyun, tatapan itu membuat KyuHyun mendesah kesal.

“Aku berbicara denganmu! Siapa namamu?”Tanya KyuHyun lagi. Ia memandangi EunRa kesal.

“A… aku Choi EunRa.”

TBC!

Advertisements

When I Was Your Man (Summary+Part 1)

TITLE : When I Was Your Man
Cast :
-Cho KyuHyun
-Choi EunRa
-Xiao LuHan
Genre : Sad, Romance
Author : Hanna Lee/Hwon Lee
Inspired by : Bruno Mars’s song.

Aku yang bodoh. Mengharapkanmu untuk bersamaku. Aku yang terlalu naif. Kau terlalu bersinar di mataku. Aku tidak peduli apabila kau mengacuhkanku. Aku tidak peduli bahwa semua ini hanya bahan taruhan. Aku mencintaimu.”-Choi EunRa

Aku sangat tolol, membuat seorang wanita kuat sepertimu sendirian. Tapi inilah akku, ini kesalahan yang aku buat. Dengan melihatmu bahagia, aku akan tetap bahagia. Walaupun itu menyakitkan untukku.”-Cho KyuHyun

-Story-

Seorang remaja putri mengikat rambutnya sedikit lebih tinggi, ia menyemprotkan parfume Victoria Secret ke tangannya. Yeoja itu berjalan menjuju meja riasnya, ia membuka sebuah laci di mejanya.

Ia memoleskan sedikit BB Cream dan lotion ke wajahnya. Tanpa menggunakan make up lain, ia menyambar tasnya dan berangkat kesekolah.

Cho EunRa, yeoja cantik tetapi pendiam. Hidupnya yang sangat misterius membuat teman temannya tidak tahan bila berada di dekatnya. Dengan kata lain, EunRa tidak mempunyai teman.

EunRa jarang berbicara, mungkin karena terlalu banyak taruhan tentang dirinya. Misalnya saja, ‘Siapa yang dapat membuat EunRa berbicara, dialah yang akan menang taruhan.’ Sangat menggenaskan.

EunRa menjepit poninya yang rata dengan jepitan hitam polos. Wajahnya terlihat pucat pasi. Sangat terlihat bahwa hari ini ia sedang sakit.

-When I Was Your Man-

Cho KyuHyun tertawa keras hingga tubuhnya bergetar. Ia mengeluarkan kunci mobilnya. “Jadi, apa syarat taruhannya?”Tanya KyuHyun, wajahnya terlihat memerah sehabis tertawa.

“Kau harus menjadi pacar Choi EunRa selama 3 hari. Setelah itu kau akan mendapatkan semua mobil ini.”Jawab LeeTeuk. Ia tersenyum kecil.

Cho KyuHyun, seorang namja tampan, famous, kaya, pandai, dipuja banyak wanita, dan mengikuti geng famous sekolah, yang biasa dipanggil ‘Super Junior’.

KyuHyun mengangkat alisnya. ‘Itu tidak mungkin. Melihat kearahnya saja aku tidak pernah. Bagaimana mau menjadi pacarnya?

“Baiklah. Kapan taruhan ini dimulai? Lagi pula taruhannya hanya mobil. Aku bisa membeli mobil kalian.”Seru KyuHyun. Tatapannya berubah menjadi serius.

“Jangan sombong KyuHyun-ah, belum tentu kau bisa menang. Ini mempertaruhkan harga dirimu bukan? Jadi jangan menganggap enteng taruhan ini.”Tukas DongHae. Ia tersenyum samar, lebih tepatnya tersenyum datar.

“Kau fikir aku takut? Baiklah, permainan ini dimulai dari sekarang.”Ia mengeluarkan smirknya. Lalu ia melempar botol bubble tea yang ia miliki, lalu pergi dari kelas.

-When I Was Your Man-

EunRa meremas rok seragamnya, ia merasakan perutnya yang tidak wajar sejak tadi pagi. Ia merasakan keringatnya yang keluar deras memenuhi wajahnya.

“EunRa, gwenchana?”Tanya guru kimia. Mr Park.

EunRa mendongak untuk menatap gurunya. Ia tersenyum samar sambil menjawab lirih, hampir terdengar seperti gumaman. “Ah, aku baik baik saja. Mr, apa nanti kelas 11 akan pulang lebih larut?”

Mr Park tersenyum kecil. “Ya, kelasmu akan pulang lebih sore. Sekolah ingin mengadakan class meeting dengan anak kelas 12. Jadi, kelas 11 dan kelas 12 akan bertemu jam 3 nanti di Hall sekolah.” Jelas Mr Park.

EunRa mengela nafasnya singkat, terlihat keringat dingin mengalir deras di pelipisnya.
“Baiklah. Sampai nanti mr!”EunRa mengakhiri pembicaraannya.

-EunRa PoV-

Ada apa dengan perutku? Aish. Sial sekali. Ini benar benar merepotkan.

Aku berjalan menuju kelas. Kepalaku terasa memberat seiring aku melangkahkan kaki. Perutku kembali terasa sakit. Aku tertunduk sambil menggengam gagang pintu kelas.

“Gwenchana?”Tiba tiba seorang namja memegang pundakku erat. Namja itu berambut cokelat, sepertinya bukan namja korea. Siapa dia?

-EunRa PoV end-
-Author PoV-

EunRa mendongak, mencoba mengenali wajah namja yang berseru padanya tadi. Tidak. Dia tidak mengenali namja itu.

EunRa tidak menjawab. Ia menatap namja itu dingin lalu berusaha untuk tak mengacuhkanya.

“Sepertinya kau sakit, ayo ke UKS.”Namja itu menggengam tangan EunRa dengan perlahan sambil menariknya untuk berjalan bersama.

Tapi EunRa tak mau. Ia menghempaskan tangannya dan berusaha berdiri tegak. Perutnya benar benar sakit kini.

“Aish, kau ini bagaimana? Jelas jelas perutmu sakit kau ha…”Ucapan namja itu terpotong oleh sebuah seruan lantang.

“XIAO LUHAN!”Seru KyuHyun. Ia menatap namja yang dipanggil Luhan dengan senyum lebar.

EunRa tercengang. Itu, Cho KyuHyun? Namja famous anak kelas 12A? Apa KyuHyun sedang berjalan mendekatinya? Astaga.

EunRa meletakkan buku yang ia bawa tepat di depan wajahnya. Ia memang jarang berbicara, tapi saat ini ia ingin berteriak.

KyuHyun menepuk pundak Luhan. KyuHyun adalah sepupu Luhan. KyuHyun sangat menyayangi Luhan, mereka seperti saudara kandung akrabnya.

“KyuHyun, siapa yeoja ini? Kurasa ia sedang sakit. Tolong bawa yeoja ini ke UKS, aku belum mengenali sekolah ini, jadi aku meminta bantuanmu.”Seru Luhan.

KyuHyun mengangkat alisnya. Ia kemudian memandang yeoja itu. Sepertinya tidak begitu terkenal. Kenapa menutupi wajahnya dengan buku seperti itu/ Konyol.

KyuHyun menarik buku yang menghalangi wajah EunRa. Ia kemudian tersenyum samar.

“Baiklah, Luhan-ah, kau pergilah ke kelas dulu. Nanti aku akan menyusulmu. Arraseo?”jawab KyuHyun. Ia mengandeng EunRa dan menariknya ikut bersamanya.

-When I Was Your Man-

EunRa merebahkan badanya ke kasur di UKS.Ia merasakan perutnya yang kembali melilit saat punggungnya bersentuhan dengan kasur. EunRa mengerang kecil.

“Gwenchana? Apa benar benar sakit?”Tanya KyuHyun seketika, ia menggengam kening EunRa. Panas.

“Aish. Siapa namamu? Aku akan memanggilkan guru. Sepertinya tubuhmu sedang sangat lemah.”Seru KyuHyun. Ia mengerutkan kening. Apa KyuHyun sedang khawatir?

EunRa tidak menjawab. Ia diam sambil menatap ke arah KyuHyun, tatapan itu membuat KyuHyun mendesah kesal.

“Aku berbicara denganmu! Siapa namamu?”Tanya KyuHyun lagi. Ia memandangi EunRa kesal.

“A… aku Choi EunRa.”

TBC!

[Summary] It Was Destiny Game

TITLE : It was destiny game

Cast : Kim MiSeung

            Lee TaeMin

PG-13

Author : Hanna Lee/ Hwon Lee.

Genre : Romance, sad

Two shoot

Note : Comment lah.

 

SUMMARY :

 

Aku ingin tahu dimana kamu, dan bagaimana keadaanmu. Apakah kamu ditempat dimana kerinduanku menyentuh? Mungkinkah kamu merindukanku dengan harapan yang sama? Sangat sulit untuku tanpamu. Segalanya menjadi sulit. Dalam setiap aku bernafas, memikirkanmu. Itu sangat menyiksaku. Aku mencoba, dan mencoba lagi. Tapi jejakmu hidup kembali dan aku takut.”-Lee TaeMin

 

Apakah sekarang ia menangis untuku? Tidak, kurasa aku bukanlah orang yang pantas untuk di tangisi. Apakah dia sekarang hidup dengan senang bersama orang lain, aku berharap iya walaupun itu sama saja membunuh diriku sendiri. Tapi melihat orang yang aku kasihi senang, apapun rasa sakit yang kurasa, cukup melihatnya tersenyum. Aku juga akan ikut bahagia, walaupun senyumannya bukanlah untukku.”-Kim MiSeung

 

-Prolog-

 

MiSeung menempatkan tasnya di sebuah kursi halte. Ia menyenderkan tubuhnya hingga bersentuhan dengan besi kursi yang berkarat dan sedikit basah. Sekilas, terlihat genangan air yang berada disekitarnya, setengah jam yang lalu, hujan deras nampaknya mengguyur kota Seoul.

Ia menutup mata bulatnya sambil mendengarkan musik dari headset. Setidaknya itulah cara terbaik untuk merasa nyaman saat keadaan seperti ini.

“Menunggu disini sangat membosankan ya.”Seseorang tiba tiba duduk di dekat MiSeung. Yeoja itu sedikit terpenjat ketika mendengar suara orang yang tiba tiba mengusik ketenangan yang ia buat.

 

Orang itu Lee TaeMin. Tetangganya.

 

“Untuk apa kemari? Bukankah mobilmu tidak rusak? Untuk apa naik bus? Kau ini aneh aneh saja.”Seru MiSeung tak acuh. Ia kembali memijit tombol ‘play’ pada handphone nya. Seakan akan ia tak ingin mendengar jawaban apapun dari TaeMin.

 

“Terserah apa katamu. Aku memang membawa mobil hari ini, mau ikut bersama? Ibuku ingin melihatmu, tadi dia berpesan padaku untuk membawamu ke rumah.”Kata TaeMin dengan suara yang ia buat sedikit keras agar terdengar oleh MiSeung.

 

MiSeung segera melepas headset yang ia pakai setelah mendengar ‘ia dipanggil Ibunya TaeMin’. Ibu TaeMin ia anggap seperti teman curhatnya, ia sangat menyayangi Ibu TaeMin, saat MiSeung kecil, ia sering kerumah TaeMin hanya untuk menjenguk Ibu TaeMin.

 

“Kenapa dengannya? Keadaannya memburuk? Apa dia baik baik saja?”Tanya MiSeung bertubi tubi. TaeMin mengerutkan keningnya, sambil cemberut masam.

 

“Berhentilah bertanya berderet. Ya, ku kira penyakitnya kambuh. Jadi kurasa memanggilmu untuk mendatanginya, bukanlah hal yang buruk.”Jawab TaeMin. Bibirnya terangkat sedikit, sekilas terlihat seperti senyuman.

 

“Baiklah.”

 

-TBC-